GARUT — Sebanyak 20 peserta mengikuti tahapan wawancara dalam seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut. Tahapan wawancara ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi setelah peserta mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) dan penulisan makalah.
Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Garut, Drs. H. Bambang Hafidz, M.Si., menyampaikan bahwa seluruh tahapan seleksi tersebut diikuti oleh 20 peserta.
“Seleksi wawancara ini merupakan salah satu tahapan setelah tes CAT dan penulisan makalah. Ada 20 orang yang mengikuti seleksi wawancara,” ujar Bambang, Selasa (1 September 2026).
Menurutnya, materi wawancara berkaitan dengan makalah yang telah disusun oleh para peserta, terutama mengenai program kerja serta visi dan misi yang mereka tawarkan.
“Materinya seputar makalah yang disampaikan, program kerja, dan visi misi. Jadi, kami menggali dari apa yang mereka sampaikan dalam makalah tersebut,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta menjalani wawancara dengan durasi minimal 20 menit. Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, akan dipilih 10 peserta terbaik untuk selanjutnya diserahkan kepada Baznas Pusat.
“Yang lolos nanti diambil 10 orang dan diserahkan ke Baznas Pusat,” ungkapnya.
Bambang menjelaskan, setelah 10 nama tersebut diserahkan ke Baznas Pusat, para peserta masih akan menjalani proses seleksi lanjutan di tingkat pusat.
“Nanti setelah 10 orang sudah di pusat, ada seleksi lagi di Baznas Pusat,” jelasnya.
Terkait kewenangan Bupati Garut dalam menetapkan pimpinan Baznas Kabupaten Garut, Bambang mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu hasil seleksi dari Baznas Pusat.
“Kewenangan Bupati tentu menunggu hasil dari Baznas Pusat. Nanti ditetapkan oleh Bupati, tetapi hasil seleksinya berasal dari pusat,” pungkasnya.(yusuf)

