GARUT — Pengurus Daerah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PD SEMMI) Kabupaten Garut Masa Jihad 2026–2028 resmi dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Sabtu, 5 September 2026.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi PD SEMMI Kabupaten Garut untuk meneguhkan kembali amanah perjuangan organisasi, memperkuat konsolidasi kader, sekaligus merumuskan arah gerakan mahasiswa Islam yang berpijak pada tauhid, ilmu, siyasah, dan cita-cita kemerdekaan sejati.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Rizki Hadiansyah dipercaya sebagai Ketua Umum, sementara Mohammad Azhar Baihaqi menjabat sebagai Sekretaris Umum PD SEMMI Kabupaten Garut Masa Jihad 2026–2028.
Pelantikan mengusung semangat “Meneguhkan Kepemimpinan Ideologis Berbasis Tafaqquh Fiddin: Membangun Kader Cendekia, Militan, dan Berakhlakul Karimah Menuju Kemerdekaan Sejati.”
Bukan Sekadar Seremonial
Bagi PD SEMMI Kabupaten Garut, pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian struktur kepengurusan.
Momentum tersebut dipandang sebagai perjanjian moral dan ikrar perjuangan untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh kesungguhan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Jabatan dalam organisasi, menurut PD SEMMI Garut, tidak boleh dipahami sebagai kehormatan pribadi, melainkan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT., organisasi, dan masyarakat.
Karena itu, kepengurusan Masa Jihad 2026–2028 berkomitmen membangun SEMMI yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki arah ideologis yang jelas, tradisi intelektual yang kuat, kaderisasi berkelanjutan, serta keberpihakan nyata kepada rakyat.
SEMMI diharapkan mampu melahirkan manusia yang merdeka, yakni manusia yang tidak tunduk pada kebodohan, tidak menyerah pada ketidakadilan, tidak menjadi alat kepentingan, serta tetap memiliki keberanian untuk membela kebenaran.
Meneguhkan Trilogi Perjuangan: Tauhid, Ilmu, dan Siyasah
Arah perjuangan PD SEMMI Kabupaten Garut Masa Jihad 2026–2028 dibangun atas kesatuan antara tauhid, ilmu, dan siyasah.
Tauhid menjadi dasar pembebasan manusia dari segala bentuk penghambaan selain kepada Allah SWT. Ilmu menjadi instrumen untuk memahami realitas sekaligus menemukan jalan keluar atas berbagai persoalan umat.
Sementara siyasah menjadi kecakapan untuk membaca dinamika kekuasaan, mengawal kebijakan, dan memperjuangkan kemaslahatan rakyat.
Semangat tersebut sejalan dengan gagasan Guru Bangsa H.O.S. Tjokroaminoto:
“Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepandai-pandai siyasat.”
Bagi PD SEMMI Kabupaten Garut, ketiga unsur tersebut harus menjadi satu kesatuan dalam pembentukan kader. Ilmu tanpa tauhid dapat kehilangan arah, tauhid tanpa ilmu dapat kehilangan kecakapan, sedangkan siyasah tanpa akhlak dapat berubah menjadi ambisi kekuasaan.
Karena itu, kader SEMMI ditargetkan menjadi kader yang tinggi ilmunya, murni tauhidnya, cerdas siyasahnya, kuat akhlaknya, dan teguh pendiriannya.
Kaderisasi sebagai Jantung Organisasi
PD SEMMI Kabupaten Garut Masa Jihad 2026–2028 juga menempatkan kaderisasi sebagai jantung organisasi.
Kaderisasi tidak hanya dimaknai sebagai proses penerimaan anggota atau pengisian struktur kepengurusan, tetapi sebagai proses pembentukan manusia yang memiliki kesadaran ideologis, kedalaman keislaman, kemampuan intelektual, kecakapan kepemimpinan, dan keberanian untuk mengabdi.
Sejumlah agenda kaderisasi dan pengembangan kapasitas yang akan diperkuat antara lain:
Basic Training;
Intermediate Training;
Advance Training;
Madrasah Siyasah;
Kajian keislaman dan kebangsaan;
Pendidikan kepemimpinan;
Pengembangan kapasitas intelektual;
Pengabdian dan kerja-kerja sosial.
Melalui agenda tersebut, PD SEMMI Kabupaten Garut berkomitmen melahirkan kader yang mampu memahami persoalan zaman sekaligus memiliki keberanian menawarkan perubahan.
Organisasi diharapkan menjadi ruang kader untuk ditempa, bukan dimanjakan. SEMMI harus menjadi ruang pendidikan yang membentuk manusia berdisiplin, berintegritas, berani berpikir, dan siap berkorban untuk kepentingan yang lebih besar.
Dari Garut untuk Kebangkitan Kesadaran Umat dan Bangsa
PD SEMMI Kabupaten Garut memandang mahasiswa Islam memiliki tanggung jawab sejarah untuk menjadi pelopor kebangkitan kesadaran umat dan bangsa.
Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan seperti kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, ketimpangan pendidikan, lemahnya kemandirian ekonomi, dan persoalan sosial lainnya.
Mahasiswa harus hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan organisatoris yang mampu mengawal kebijakan publik, menyampaikan kritik berbasis ilmu, membangun pendidikan masyarakat, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
Untuk itu, PD SEMMI Kabupaten Garut akan mendorong gerakan yang berorientasi pada pendidikan sebagai jalan pembebasan, pengawasan kebijakan publik sebagai tanggung jawab kebangsaan, penguatan ekonomi umat sebagai jalan kemandirian, pemberdayaan pemuda, kajian sosial-politik, pengabdian masyarakat, serta konsolidasi mahasiswa Islam sebagai kekuatan perubahan.
SEMMI diharapkan mampu menghubungkan ruang-ruang kajian dengan realitas masyarakat, menghubungkan idealisme mahasiswa dengan kebutuhan rakyat, serta menghubungkan perjuangan keislaman dengan cita-cita kebangsaan.
Kemerdekaan Sejati sebagai Orientasi Perjuangan
Gagasan besar PD SEMMI Kabupaten Garut Masa Jihad 2026–2028 diarahkan pada cita-cita kemerdekaan sejati.
Kemerdekaan sejati tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara formal, tetapi juga terbebas dari kebodohan, kemiskinan, penindasan, ketidakadilan, dan berbagai bentuk penghambaan manusia kepada manusia lainnya.
Kemerdekaan sejati harus diwujudkan melalui manusia yang berdaulat atas pikiran dan keyakinannya, masyarakat yang memiliki akses terhadap pendidikan, rakyat yang memperoleh keadilan, serta bangsa yang mampu berdiri di atas kekuatan dan kemandiriannya sendiri.
Dalam konteks tersebut, PD SEMMI Kabupaten Garut menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa Islam harus membebaskan manusia melalui ilmu pengetahuan, menegakkan keadilan melalui siyasah, membangun kemandirian melalui ekonomi, menjaga martabat manusia melalui akhlak, menguatkan persatuan melalui ukhuwah, serta melawan ketidakadilan melalui keberanian yang terorganisasi.
menetapkan lima agenda besar organisasi.
Pertama, revitalisasi kaderisasi ideologis. Kaderisasi akan ditempatkan sebagai pusat pembentukan karakter, pemikiran, militansi, dan kepemimpinan kader.
Kedua, penguatan tradisi intelektual dan Madrasah Siyasah. Organisasi akan membangun budaya membaca, berdiskusi, menulis, mengkaji persoalan publik, serta melatih kader memahami dinamika sosial-politik.

Ketiga, pengabdian dan keberpihakan kepada rakyat. Program nyata akan diarahkan pada bidang pendidikan, sosial, ekonomi, pemberdayaan pemuda, dan advokasi kepentingan masyarakat.
Keempat, konsolidasi organisasi dan kemandirian gerakan. PD SEMMI Garut akan memperkuat hubungan antara pengurus daerah, komisariat, alumni, pembina, serta seluruh keluarga besar Syarikat Islam Indonesia.
Kelima, pembentukan kepemimpinan yang berintegritas.Kepemimpinan harus menempatkan jabatan sebagai amanah, keputusan sebagai tanggung jawab, dan organisasi sebagai alat perjuangan, bukan kendaraan kepentingan pribadi.
Rizki Hadiansyah, menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan awal dari tanggung jawab perjuangan yang lebih besar.
“Pelantikan ini bukan sekadar pengesahan kepengurusan, tetapi peneguhan amanah perjuangan. Kami ingin menjadikan SEMMI Kabupaten Garut sebagai madrasah perjuangan yang melahirkan kader cendekia, militan, berakhlakul karimah, dan memiliki keberanian untuk membela kepentingan umat serta bangsa.”
Rizki juga menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto dalam membangun kader mahasiswa Islam.
“Kami percaya bahwa ilmu harus melahirkan kesadaran, tauhid harus melahirkan keberanian, dan siyasah harus melahirkan kecakapan perjuangan.
SEMMI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang ramai dalam kegiatan, tetapi harus menjadi kekuatan yang melahirkan gagasan, membentuk manusia, dan menggerakkan perubahan.”
Lebih lanjut, Rizki menyampaikan bahwa PD SEMMI Kabupaten Garut akan menjadikan cita-cita kemerdekaan sejati sebagai orientasi utama gerakan.
“Dari Garut, kami ingin meneguhkan kembali bahwa perjuangan mahasiswa Islam bukan hanya tentang mendapatkan posisi, tetapi tentang membangun manusia yang merdeka, masyarakat yang berkeadilan, dan bangsa yang berdaulat.
Kami ingin SEMMI hadir sebagai pelopor pendidikan, pengawal keadilan, dan kekuatan moral bagi rakyat.”
Dengan berlandaskan tauhid, ilmu, siyasah, akhlak, persatuan, dan keberpihakan kepada rakyat, PD SEMMI Kabupaten Garut berkomitmen membangun organisasi yang berkarakter, berintegritas, mandiri, dan memiliki daya juang.
PD SEMMI Kabupaten Garut juga mengajak seluruh kader, mahasiswa, pemuda, alumni, pembina, serta elemen masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan gerakan yang tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga bekerja untuk mewujudkannya.
“Jangan biarkan SEMMI hanya menjadi nama dalam sejarah. Jadikan SEMMI sebagai kekuatan yang menulis sejarah.”
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat!
Hidup Syarikat Islam Indonesia!
Hidup SEMMI!
Merdeka,.”pungkasnya,”(yusuf)

