GARUT – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan jalan sehat bersama masyarakat RW 09, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (22 Agustus 2026).
Kegiatan jalan sehat tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi bersama masyarakat, tetapi juga diisi dengan aksi memungut sampah di sepanjang rute perjalanan.
Yudha mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan bersama pemuda RW 09. Sejumlah unsur turut berpartisipasi, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial, relawan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), warga dari luar RW 09, serta para petugas kebersihan.“Jalan sehat ini sekaligus kita isi dengan kegiatan memungut sampah.
Kami juga memberikan perhatian kepada para petugas kebersihan yang selama ini bekerja, tetapi belum mendapatkan penghasilan. Mudah-mudahan ke depan, pada tahun 2027, mereka bisa mendapatkan gaji,” ujar Yudha.
Adapun rute jalan sehat dimulai dari Jalan Gordah, Jayawaras, kemudian menuju Jalan Pedes, Jalan Cimanuk, masuk ke kawasan Simpang Lima, Jalan Pembangunan, dan kembali finis di Jalan Gordah, lokasi rangkaian acara.
Setelah seluruh peserta berkumpul di lokasi finis, sampah yang berhasil dikumpulkan terlihat cukup banyak. Kondisi tersebut, menurut Yudha, menunjukkan masih adanya persoalan kebersihan di sejumlah titik jalan dan saluran drainase.
“Di drainase Jalan Gordah yang masuk jalan kabupaten, maupun di sejumlah drainase lainnya, termasuk di sekitar Taman Simpang Lima, masih banyak ditemukan sampah, terutama botol dan plastik. Ini menjadi salah satu ciri bahwa masih ada sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” katanya.
Yudha menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran drainase.
“Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Sampah adalah persoalan dan tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai kita berpikir bahwa masalah sampah hanya menjadi urusan pemerintah daerah,” tegasnya.
“Yang paling utama adalah jangan membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik. Sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Jangan sampai dampaknya menjadi persoalan bagi generasi-generasi selanjutnya,” ujarnya.
“Perlu ada upaya penyediaan tempat-tempat pembuangan sampah sementara, sekaligus bagaimana cara memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, termasuk membuang sampah ke drainase,” pungkas Yudha.yusuf/ irwan)

