TASIKMALAYA – Birunews.com.Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Taman Wisata Batu Mahpar Galunggung digelar 18 Agustus 2026. Acara dihadiri para budayawan, ketua adat, ketua padepokan dan para aktivis se-Jawa Barat. Kemudian hadir juga dari Ponpes (Pondok Pesantren) Keraton yang ada di Jawa Barat, akademi dan perwakilan pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Acara di awali dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd Dicky Candra, pembaca teks Pancasila oleh Kadiv Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra. Upacara berlangsung khidmat diikuti oleh peserta upacara, barisan santri dari Ponpes, ormas, OKP dan masyarakat adat.
Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Dr Anton Charliyan yang akrab disapa Abah Anton menjelaskan, acara peringatan HUT kemerdekaan ini yang ke 7 diadakan di tempat yang bersejarah, di kalangan budayawan Galunggung punya catatan tersendiri adanya ditemukannya naskah Galunggung yang merupakan naskah agar cinta tanah air.
“Juga dalam acara ini diberikan juga penganugrahan Galunggung Award kepada para pelaku tokoh yang konsisten berjuang melestarikan budaya Sunda dan bergerak di bidang kesosialan di masyarakat. Ini bukan asal-asal semua penerima telah dilihat kiprahnya,” tandas Abah Anton.
Pemberian penganugrahan diberikan langsung dalam rangkaian kegiatan upacara kepada para budayawan penerima oleh Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan, Brigjen TNI Erwin, Kombes Pol Hendra dan Rd Dicky Candra. Acara di tutup dengan pemberian penghormatan kepada para penerima dari seluruh peserta upacara dan tamu undangan.
H Ahmad Bajuri, SE, MM, ketua paguyuban Ki Garut yang merupakan penerima anugerah “Adiluhung Ki Sunda Utama”, atas kiprahnya sebagai Tokoh Pelestari Tradisi dan Budaya Sunda. Ia menyampaikan apresiasi dengan acara yang digelar. Di mana ini akan lebih memperkuat persatuan dan kesatuan juga memberikan motivasi, pengakuan atas kiprahnya para penerima penghargaan.
“Agar terus konsisten ngamumule budaya sebagai tanda cinta tanah air juga ciri kekuatan suatu bangsa. Hana nguni hana mangké, tan hana nguni tan hana mangké.
Adanya saat ini karena adanya pendahulu.
Aya jasa aya anugrah,” tutur Bajuri.
Pantauan media, hadir di lokasi kegiatan, Brigjen TNI Erwin A.S.T Deputi V, Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi, SH, SIK, MH, Ketum PWI Sabilillah Gus Abas, Bunda Ully, Bunda Sonya, DR Undang, perwakilan Keraton Sumedang dan Cirebon, warga Kampung Adat Cigugur Kuningan, Kampus Adat Naga Tasikmalaya, Kampung Adat Dukuh Garut, perwakilan Ketua Padepokan, Budayawan Sukabumi, Cianjur, Indramayu, Subang, Bandung dan Pangandaran serta para tokoh adat dan budayawan lainnya yang turut hadir dalam acara. (Red)




