Garut – Mahasiswa (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menginisiasi tiga program utama. Program-program tersebut meliputi distribusi makanan bergizi untuk balita, penyuluhan dan praktik pendidikan jasmani untuk siswa sekolah dasar, serta sosialisasi terkait kenakalan remaja, pencegahan pernikahan dini, dan peran pemuda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 bagi siswa sekolah menengah.
Program ini mencerminkan peran aktif generasi muda dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pendidikan. Pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT) ini merupakan program dari Pemerintah Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang.
Kegiatan edukasi jasmani dan sosialisasi dilakukan bersama pihak sekolah dasar dan menengah di wilayah tersebut, dengan dukungan dari para guru dan siswa yang turut aktif. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap dari bulan Mei hingga Juni 2025. Masing-masing kegiatan dirancang agar berlangsung satu hari satu tema kegiatan, guna memastikan efektivitas dan ketercapaian tujuan secara maksimal.
Pemberian makanan tambahan dilakukan di 12 RW wilayah Desa Sukakarya. Untuk kegiatan edukasi jasmani, pelaksanaannya difokuskan di SDN 2 Sukakarya, sementara sosialisasi remaja dilaksanakan di SMP 2 Samarang di desa yang sama dan diikuti oleh ratusan siswa.
Kegiatan ini bertujuan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Program pembagian makanan difokuskan untuk mendukung kecukupan gizi balita. Edukasi jasmani bertujuan menanamkan kesadaran siswa SD akan pentingnya aktivitas fisik. Sementara itu, sosialisasi untuk siswa SMP bertujuan membekali mereka dengan informasi penting agar terhindar dari perilaku menyimpang, menunda pernikahan dini, serta menyiapkan generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor. Mahasiswa dan kader desa bersama-sama menyalurkan paket gizi yang terdiri dari susu, telur, dan makanan sehat untuk balita. Di sekolah dasar, mahasiswa memfasilitasi pembelajaran jasmani melalui aktivitas permainan dan olahraga yang edukatif.
Untuk tingkat SMP, kegiatan dilaksanakan dengan metode interaktif seperti penyampaian materi, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Selain itu, kegiatan lain yang juga dilakukan meliputi program padat karya berupa gotong royong membersihkan lingkungan di 12 RW Desa Sukakarya, serta penyuluhan bagi ibu hamil mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam mendukung kehamilan yang sehat.”(Asep Yusuf)

