GARUT, — Front Syarikat Islam Indonesia (SI) Kabupaten Garut mendorong kader muda, khususnya mahasiswa, untuk aktif mengambil peran dalam mengawal demokrasi dan menjaga kedaulatan rakyat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Stadium General yang digelar dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Daerah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PD SEMMI) Kabupaten Garut Masa Jihad 2026–2028 di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Sabtu ( 5 September 2026 )
Kegiatan mengusung tema “Bangkitnya Kesadaran Siyasah: Dari Tauhid, Ilmu dan Siyasah Menuju Kemerdekaan Sejati”, dengan subtema “Meneguhkan Peran Kader Syarikat Islam Indonesia sebagai Pelopor Pengawasan, Pendidikan Politik, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat Menuju Kemerdekaan Sejati.”
Stadium General tersebut menghadirkan Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid, sebagai narasumber. Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran politik, pemahaman kepemiluan, serta tanggung jawab kader dalam menjaga integritas demokrasi di Kabupaten Garut.
Tauhid, Ilmu dan Siyasah
Front Syarikat Islam Indonesia Kabupaten Garut menegaskan bahwa kesadaran siyasah tidak dapat dipisahkan dari tauhid dan ilmu. Politik tidak semata-mata dipandang sebagai perebutan kekuasaan, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral untuk menghadirkan keadilan, menjaga amanah, dan memperjuangkan kemaslahatan masyarakat.
Dalam perspektif perjuangan Syarikat Islam Indonesia, tauhid menjadi landasan pengabdian, ilmu menjadi dasar kecerdasan perjuangan, sedangkan siyasah menjadi jalan dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, kader dituntut tidak hanya berani menyampaikan sikap, tetapi juga memiliki pengetahuan, kecakapan politik, serta integritas dalam mengawal kehidupan demokrasi.
“Kemerdekaan sejati tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan rakyat yang berdaulat, berkeadilan, dan terbebas dari penyalahgunaan kekuasaan.”
Bawaslu dan SEMMI Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemuda
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Garut dan SEMMI Kabupaten Garut.
Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan pengawasan partisipatif pemuda sebagai bagian dari upaya menjaga integritas demokrasi di Kabupaten Garut.
Melalui kerja sama itu, pemuda diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran politik dan kepemiluan, mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan demokrasi, serta memperkuat pendidikan politik yang berlandaskan ilmu, etika, dan tanggung jawab kebangsaan.
Selain itu, keterlibatan pemuda diharapkan mampu membantu mencegah berbagai praktik yang dapat merusak integritas pemilu sekaligus menumbuhkan budaya politik yang kritis, berani, dan tetap menjunjung nilai keadilan.
Pemuda Jangan Hanya Jadi Objek Politik
Front Syarikat Islam Indonesia Kabupaten Garut menilai pemuda tidak boleh hanya menjadi objek dalam kehidupan politik. Pemuda harus tampil sebagai subjek perjuangan dengan kesadaran, pengetahuan, dan keberanian untuk mengawal arah kehidupan bangsa.
Kader Syarikat Islam Indonesia diharapkan mampu menjadi pelopor pendidikan politik, pengawasan partisipatif, sekaligus penjaga kedaulatan rakyat.
Stadium General tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara gerakan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan lembaga pengawas pemilu dalam membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas di Kabupaten Garut.
Front Syarikat Islam Indonesia Kabupaten Garut menegaskan bahwa kemerdekaan sejati harus terus diperjuangkan melalui kesadaran tauhid, penguasaan ilmu, dan kecakapan siyasah.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir kader-kader muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kematangan dalam bersikap, serta keberanian mengambil peran dalam menjaga demokrasi.
“Dari tauhid kita meneguhkan pengabdian, dari ilmu kita membangun kesadaran, dan dari siyasah kita perjuangkan kemerdekaan sejati.”(yusuf)

