GARUT — Rizki Hadiansyah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PD SEMMI) Garut periode 2026–2028. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (5 September 2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rizki menyampaikan visi perjuangan organisasi dengan mengangkat tema “Meneladani Perjuangan Rasulullah dalam Membebaskan Manusia dari Penghambaan kepada Selain Allah, Menegakkan Keadilan, dan Membangun Masyarakat yang Berdaulat.”
Rizki mengatakan, langkah ke depan adalah melakukan pengorganisasian di setiap kampus yang ada di Kabupaten Garut. Saat ini kami memiliki tujuh komisariat. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah sosialisasi dan konsolidasi, termasuk kaderisasi melalui Madrasah Siyasah,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan kader SEMMI akan dilakukan dengan terlebih dahulu memetakan potensi yang dimiliki setiap kader. Dengan demikian, pengembangan kader dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.
“Pertama, kita harus mengetahui potensi setiap kader. Di SEMMI, kita sering melakukan tes untuk mengetahui potensi masing-masing kader.
Setelah itu, potensi tersebut akan dikembangkan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kualitas kader, Rizki menyebut pihaknya akan memperkuat pemikiran dan wawasan melalui kegiatan pendidikan rutin.
Menurutnya, SEMMI memiliki kursus rutin yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan dengan materi yang telah disusun dalam silabus organisasi. Selain penguatan teori, kader juga akan diajak mengkaji berbagai persoalan dan isu yang berkembang di daerah.
“Untuk meningkatkan kualitas kader, kami melakukan penguatan pemikiran melalui kursus rutin setiap bulan jelasnya.
Rizki juga menyoroti persoalan politik dan kekuasaan. Menurutnya, politik tidak dapat dipisahkan dari persoalan bagaimana kekuasaan digunakan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak seluruh kader untuk melakukan refleksi terhadap kondisi masyarakat saat ini, terutama terkait persoalan kemiskinan, ketimpangan sosial, serta sejauh mana masyarakat telah merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah katanya.
“Kalau kita masih menemukan masyarakat yang hidupnya kurang layak, tentu menjadi bahan evaluasi sejauh mana kekuasaan telah berhasil. Sebagai organisasi yang memiliki patron pergerakan politik, kami menginginkan politik yang lebih baik dan sesuai dengan gagasan perjuangan HOS Tjokroaminoto,” ujarnya.
Selain persoalan politik, Rizki turut menyoroti sektor pendidikan. Ia menilai negara harus memastikan anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Rizki berharap pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi muda dan mendorong kemajuan peradaban.
Ia menilai masih terdapat persoalan dalam keberlanjutan pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Jumlah peserta didik yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi cenderung semakin berkurang,“Pendidikan harus menjadi sarana pembentukan karakter dan membangun anak bangsa agar mampu memajukan peradaban.
Harapan kami, seluruh jenjang pendidikan dapat difasilitasi dengan baik oleh negara sehingga setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” pungkasnya.(yusuf)

