​Atasi Isu Nasional, Kades Cangkuang Wetan Bagikan 6 Kiat Sukses Pengelolaan Sampah Mandiri kepada Desa Sawangan Magelang

rasional pengelolaan sampah juga itu penting, dimana harus ada
​Peraturan Desa (Perdes) sebagai Payung hukum yang mengatur komitmen bersama agar aturan berjalan beriringan dan mengikat, ungkap kades saat di wawancara awak media usai acara.

​kades Asep juga menyampaikan bahwa perlunya menghadirkan inovasi yang menarik agar masyarakat tidak jenuh.

“Inovasi ini harus bernilai ekonomi (mengandung insentif/uang), mengubah “sampah menjadi berkah”, seperti mengolah organik menjadi kompos/pupuk, serta anorganik menjadi produk inovatif (BBM, paving block), ” ujar kades.


​DIrinya mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh pemetaan tiga poin utama di lapangan seperti, mengetahui persis berapa ton sampah yang dihasilkan per hari (misal: 10 ton/hari).
Sampah bisa dipilah dari sumbernya (organik & anorganik) untuk diolah menjadi berkah ekonomi, serta ​tantangan yang merupakan masalah terbesar adalah mengubah pola pikir (mindset) masyarakat yang belum peduli, serta keterbatasan sarana penunjang, tegas Asep.

Adapun ​Strategi Penyelesaian menghadapi tantangan berat dalam mengubah SDM dan pola pikir masyarakat, Desa Cangkuang Wetan menerapkan dua pendekatan metode strategis:
​Pendekatan Social Engineering (Rekayasa Sosial): Pendekatan secara kontinu untuk memahamkan masyarakat agar peduli, paham pemilahan sampah, dan mengubah perilaku mereka sehari-hari.

Lanjut kata Asep, penggunaan teknologi tepat guna (seperti mesin pembakar/pengolah cepat) untuk mempercepat proses pemusnahan atau daur ulang sampah (dari hitungan jam menjadi hitungan menit) guna mengimbangi volume sampah harian yang tinggi.

“​Melalui kunjungan ini, diharapkan desa dari Magelang dapat membawa pulang proyeksi dan strategi matang ini untuk diimplementasikan secara mandiri di daerahnya,” pungkas Asep.

Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *