Garut, – Wakil Bupati Garut, L Putri Karlina, menghadiri acara pelantikan upgrading dan pelepasan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Orda Mitra Pemda Garut 2025 di Pendopo Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (5 Juli 2025).
Acara ini dihadiri oleh pengurus Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan Garut periode 2025-2026.
Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Garut bertemu dengan sejumlah awak media dan memberikan keterangan terkait isu jajanan anak sekolah yang dikemas. Ia mengungkapkan keprihatinannya terkait banyaknya anak-anak muda yang harus menjalani cuci darah akibat mengonsumsi makanan kemasan yang terlalu manis dan mungkin mengandung pengawet.
“Saya sudah bertanya kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan mereka mungkin akan melakukan audit terhadap jajanan anak-anak sekolah. Minimalnya, beberapa sekolah percontohan akan diperiksa. Jika ditemukan metode memasak yang tidak sehat, kita harus membenarkannya,” katanya.
Wakil Bupati Garut juga meminta Pak Bupati ,Syakur Amin, untuk mengeluarkan surat edaran terkait masalah ini. “Tujuan saya hanya memberi masukan saja. Kita harus memastikan bahwa jajanan anak-anak sekolah aman dan sehat,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya membina pedagang kaki lima (PKL) yang menjual jajanan di sekolah-sekolah. “Minimal gerobaknya harus bersih atau cek dulu didalemya kantinya bersih gak jangan sampai sumber penyakitnya itu dari sekolah sendiri,” katanya.”(Asep Yusuf)
Garut, – Wakil Bupati Garut, L Putri Karlina, menghadiri acara pelantikan upgrading dan pelepasan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Orda Mitra Pemda Garut 2025 di Pendopo Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (5 Juli 2025).
Acara ini dihadiri oleh pengurus Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan Garut periode 2025-2026.
Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Garut bertemu dengan sejumlah awak media dan memberikan keterangan terkait isu jajanan anak sekolah yang dikemas. Ia mengungkapkan keprihatinannya terkait banyaknya anak-anak muda yang harus menjalani cuci darah akibat mengonsumsi makanan kemasan yang terlalu manis dan mungkin mengandung pengawet.
“Saya sudah bertanya kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan mereka mungkin akan melakukan audit terhadap jajanan anak-anak sekolah. Minimalnya, beberapa sekolah percontohan akan diperiksa. Jika ditemukan metode memasak yang tidak sehat, kita harus membenarkannya,” katanya.
Wakil Bupati Garut juga meminta Pak Bupati ,Syakur Amin, untuk mengeluarkan surat edaran terkait masalah ini. “Tujuan saya hanya memberi masukan saja. Kita harus memastikan bahwa jajanan anak-anak sekolah aman dan sehat,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya membina pedagang kaki lima (PKL) yang menjual jajanan di sekolah-sekolah. “Minimal gerobaknya harus bersih atau cek dulu didalemya kantinya bersih gak jangan sampai sumber penyakitnya itu dari sekolah sendiri,” katanya.”(Asep Yusuf)

