GARUT – Persoalan pembayaran honor relawan yang bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) wilayah Cisompet-Lumbung, Kabupaten Garut, menjadi perhatian. Sejumlah relawan mengeluhkan hak mereka yang hingga kini belum diterima, sementara waktu terus berjalan dan kebutuhan hidup sehari-hari tidak bisa menunggu.
Di tengah aktivitas pelayanan program MBG, para relawan berharap hak atas honorarium yang menjadi bagian dari kompensasi pekerjaan mereka dapat dibayarkan tepat waktu.
Sementara itu, Ketua SPPG saat dikonfirmasi mengaku bahwa pembayaran honor relawan sebenarnya sudah dilakukan.
“Honor relawan sudah dibayarkan, tetapi selebihnya saya tidak tahu. Kemungkinan ini masalah limitasi bank,” ungkap Ketua SPPG saat memberikan keterangan.
Pernyataan tersebut justru menyisakan pertanyaan di kalangan relawan. Jika pembayaran memang sudah dilakukan, lalu apa yang menyebabkan dana tersebut belum diterima oleh para pekerja?
Para relawan yang bertugas di dapur MBG Cisompet-Lumbung berharap ada penjelasan yang lebih konkret mengenai status pembayaran, termasuk kepastian kapan honor tersebut benar-benar masuk ke rekening masing-masing.
Bagi relawan, persoalan ini bukan sekadar persoalan administrasi atau kendala teknis perbankan. Ada kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, biaya transportasi, kebutuhan makan, serta berbagai pengeluaran lainnya yang terus berjalan setiap hari.
Waktu terus berjalan, biaya hidup terus berjalan, tetapi hak para relawan juga tidak boleh dibiarkan menggantung tanpa kepastian.
Mereka berharap pihak pengelola SPPG maupun pihak terkait segera memberikan transparansi mengenai proses pembayaran, sehingga tidak muncul ketidakpastian berkepanjangan bagi para relawan yang telah menjalankan tugasnya.
Jika memang terdapat kendala limitasi perbankan, diharapkan ada penjelasan mengenai bukti transaksi, status transfer, dan estimasi penyelesaian pembayaran.
Program MBG yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat tentu harus didukung dengan tata kelola yang baik, termasuk memperhatikan kesejahteraan dan pemenuhan hak para relawan yang menjadi bagian penting dalam operasional dapur.
Jangan sampai para relawan dituntut untuk terus bekerja dan menjalankan tanggung jawabnya, sementara kepastian atas hak mereka justru belum jelas.
Kini, para relawan menantikan bukan sekadar penjelasan, melainkan kepastian pembayaran.

