GARUT — Dampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing masih dirasakan warga di wilayah Kampung Leweng Tiis, RW 001, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Yayan, selaku Ketua RW 001 Kampung Leweng Tiis, menyampaikan bahwa setelah terjadinya kebakaran di TPA Pasir Bajing, warga di wilayahnya merasakan bau menyengat yang diduga berasal dari sampah yang terbakar di lokasi TPA.
Menurut Yayan, bau tersebut cukup mengganggu aktivitas warga. Selain bau menyengat, asap dan aroma bekas pembakaran sampah juga tercium hingga ke permukiman warga RW 001.
“Setelah terjadinya kebakaran di TPA Pasir Bajing, dampaknya terasa sampai ke Kampung Leweng Tiis. Bau sampah yang terbakar sangat menyengat dan tercium oleh warga,” ujar Yayan, Rabu (28 oktober 2026).
Ia mengatakan, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait kenyamanan dan kesehatan warga yang terdampak oleh bau serta asap dari area TPA.
Yayan berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera mengambil langkah penanganan yang serius dan mencari solusi agar dampak dari kebakaran tersebut tidak terus dirasakan masyarakat.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera mencari solusi dan melakukan penanganan secara serius. Perlu ada pengolahan atau penanganan di lokasi TPA agar bau bekas kebakaran tidak terus menyebar ke permukiman warga,” harapnya.
Ia menambahkan, penanganan yang cepat dan tepat diperlukan agar kondisi lingkungan di sekitar TPA kembali nyaman serta masyarakat tidak terus-menerus terganggu oleh bau menyengat yang berasal dari lokasi bekas kebakaran.(yusup)

