Berita  

Penyintas Pergerakan Tanah Girimukti Masih Bertahan di Gubuk, Warga Keluhkan Lambannya Penanganan Pemerintah

GARUT, – Sudah lebih dari setengah tahun berlalu, penyintas bencana pergerakan tanah di Kampung Panimang, Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, masih bertahan hidup di gubuk-gubuk darurat yang jauh dari kata layak. Hingga kini, warga menilai penanganan dari pemerintah berjalan lamban dan belum memberikan solusi nyata.

Warga mengaku kecewa karena pemerintah, khususnya pihak desa dan kecamatan, dinilai belum maksimal dalam menangani kondisi para penyintas. Bahkan, menurut warga, belum ada peninjauan langsung ke lokasi gubuk darurat yang saat ini mereka tempati.

“Kami masih tinggal di gubuk seadanya, belum ada kepastian. Pemerintah desa maupun kecamatan belum pernah datang langsung melihat kondisi kami di sini,” ujar Dana.

Ironisnya, di saat warga Girimukti masih menunggu kejelasan, desa tetangga yakni Desa Singajaya diketahui sudah mulai melakukan pembukaan lahan yang direncanakan untuk lokasi relokasi. Kondisi ini menambah rasa kecewa para penyintas pergerakan tanah di Kampung Panimang, yang hingga kini nasibnya dinilai terkatung-katung tanpa kepastian.

Dana, mengaku sudah jenuh tinggal di gubuk darurat dan berharap segera ada solusi dari pemerintah.

“Saya sudah jenuh tinggal di sini. Sudah setengah tahun lebih, tapi belum ada kejelasan. Saya berharap ada solusi nyata dari pemerintah,” kata Dana.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, meninjau langsung kondisi di lapangan, serta memberikan kejelasan terkait relokasi atau bantuan hunian yang layak, agar para penyintas dapat kembali hidup dengan aman dan bermartabat.
(Dea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *