Garut — Pengukuhan pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Kabupaten Garut berlangsung di Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Selasa, 2 Desember 2025.
Ketua Persatuan Pensiunan Indonesia Provinsi Jawa Barat, Prof. Dr. Dra. Hj. Erliana Hasan, B.A,.M.Si., menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus PPI Kabupaten Garut bertujuan untuk mengayomi seluruh lansia, bukan hanya yang berasal dari ASN, tetapi juga dari unsur legislatif, yudikatif, eksekutif, BUMN, kepala desa, hingga swasta.
“Semua masuk dalam lingkup PPI. Ada juga PWRI, tetapi itu khusus ASN, sedangkan PPI mencakup seluruh lansia. Secara nasional, PPI sudah terbentuk di 31 provinsi dengan lebih dari 400 kabupaten/kota,” ujarnya.
Erliana menambahkan bahwa PPI Garut sebelumnya telah dilantik di Gedung Sate dua bulan lalu, dan pada kesempatan ini dikukuhkan kembali oleh Bupati Garut sebagai pemilik wilayah.
Lebih lanjut, Erliana menjelaskan bahwa
Organisasi ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021. PPI pertama kali dibentuk pada tingkat nasional di Jakarta dengan nama Dewan Pimpinan Nasional Pusat, kemudian sejak 2022 hingga 2025 telah berkembang di 31 provinsi di seluruh Indonesia.
Ia juga menyampaikan tema PPI, yaitu “Menyehatkan Seluruh Lansia” dengan tagline 3 Sehat: Sehat, Aktif, Bermartabat.
“Pensiun itu tidak boleh mengemis atau meminta-minta. PPI hadir untuk memastikan para pensiunan tetap berdaya, aktif, dan bermartabat,” tegasnya.
Selain itu, Erliana menjelaskan bahwa visi dan misi PPI adalah menjadikan seluruh pensiunan dan lansia di Indonesia berdaya guna, berhasil guna, dan tetap terjaga martabatnya.(Yusup)


