Bandung – Keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat kembali menorehkan sejarah baru. Melalui proses Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab) XXI, terpilih Rusli Hermawan sebagai Ketua PKC PMII Jawa Barat serta Anisa Nurhopipah Disastra sebagai Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Barat untuk periode 2025–2027.
BANDUNG Rabu 27 Agustus 2025 Terpilihnya keduanya menjadi simbol estafet kepemimpinan baru yang diharapkan mampu melanjutkan perjuangan dan pengabdian PMII dalam mengawal kaderisasi serta menjawab tantangan zaman. Rusli Hermawan sebagai nahkoda PKC PMII Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran mahasiswa dalam gerakan sosial, intelektual, dan keumatan.
Visi “Menjadikan PKC PMII Jawa Barat sebagai organisasi kader yang termaju, berdaya saing global, dan berkelanjutan dengan menghidupkan kembali semangat intelektual, sosial, spiritual, dan struktural berbasis nilai Aswaja”, bukan hanya sekadar susunan kata yang indah, melainkan sebuah arah gerak yang menuntut konsistensi, refleksi, dan aksi nyata.
Pertama, gagasan “menjadi organisasi kader yang termaju”, mestilah kita pahami secara kritis. Makna “termaju” disini tidak sekadar lebih unggul dibanding organisasi lain, melainkan mampu melahirkan kader yang visioner, progresif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Di tengah percepatan teknologi, derasnya arus informasi, dan kompleksitas persoalan sosial. Kader mestilah terbentuk dengan cara yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan hari ini, menguasai ilmu pengetahuan, literasi, serta memiliki kepekaan sosial yang tajam.
Kedua, klaim “berdaya saing global” bukanlah jargon semata. Globalisasi menghadirkan dua wajah, yakni peluang dan ancaman. PMII, khususnya di Jawa Barat, memiliki basis kader yang beragam, baik dari kampus negeri, swasta, maupun pesantren. Potensi ini bisa menjadi modal untuk berkompetisi dalam dunia global jika diarahkan dengan tepat. “Kader harus mampu berdialog dalam forum internasional, terlibat dalam isu-isu kemanusiaan lintas negara, sekaligus tetap berpijak pada akar tradisi Aswaja. Global bukan berarti tercerabut dari lokal, sebaliknya, kearifan lokal yang Keindonesiaan dan Keislaman lah yang menjadi identitas dalam percaturan global” .
Ketiga, visi tentang “keberlanjutan” pun menuntut PMII Jawa Barat untuk tidak bergantung pada momentum sesaat. Banyak organisasi mahasiswa yang kuat hanya di periode tertentu, lalu melemah karena tidak ada sistem regenerasi yang sehat. PMII Jawa Barat akan memastikan mekanisme kaderisasi berjalan konsisten, dari perekrutan, pengembangan, hingga kaderisasi lanjutan. Keberlanjutan juga berarti membangun ekosistem organisasi yang tidak hanya bergantung pada figur, tetapi juga pada sistem dan nilai yang terinstitusionalisasi.
Keempat, penghidupan kembali semangat intelektual, sosial, spiritual, dan struktural menjadi titik krusial. Semangat intelektual berarti PMII harus menjadi ruang produksi gagasan, bukan sekadar ruang kumpul. Semangat sosial berarti kader hadir bersama masyarakat, mengakar, dan menciptakan hal-hal konkret. Semangat spiritual tidak boleh dilupakan, sebab kaderisasi bukan hanya soal otak, tetapi juga soal hati. Sedangkan semangat struktural menegaskan bahwa organisasi butuh sistem yang rapi, bukan berjalan berdasarkan spontanitas semata.
Terakhir, seluruh orientasi ini harus berbasis pada nilai-nilai Aswaja. Aswaja di sini tidak sebatas jargon identitas, tetapi paradigma berpikir yang inklusif, moderat, dan solutif. Nilai tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil) harus menjadi fondasi dalam setiap langkah organisasi. Tanpa itu, visi yang besar akan kehilangan jiwa.
Sementara itu, Anisa Nurhopipah Disastra yang didaulat memimpin KOPRI PKC PMII Jawa Barat menyampaikan optimismenya dalam memperjuangkan peran kader perempuan PMII agar semakin berdaya, aktif, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat Jawa Barat.
PC PMII Kota Bandung menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas amanah yang diemban Rusli Hermawan dan Anisa Nurhopipah. Harapannya, kepemimpinan baru ini dapat menjadi energi positif untuk menjadikan PMII Jawa Barat lebih maju, solid, dan mampu menghadirkan manfaat luas bagi bangsa dan negara.
Andri