Berita  

Revitalisasi Pasar Ciawitali: Menata Ulang Denyut Ekonomi Rakyat Garut

Peletakan batu pertama revitalisasi Pasar Ciawitali oleh Bupati Garut, Dr.Ir.H.Abdusy Syakur Amin, M.Eng, bukan hanya tanda dimulainya proyek infrastruktur. Ini adalah sinyal kuat bahwa pembangunan di Garut sedang diarahkan kembali ke titik strategis: mendorong kemajuan dari pusat ekonomi rakyat.juma’at 1 nuki 2025.

Sebagai pemerhati pembangunan dan bagian dari masyarakat ekonomi Syari’ah Garut,Dr.H.Soviyan Munawar,Memberikan tamggapan nya,saya melihat langkah ini sejalan dengan visi besar “Garut Hebat dan Berkelanjutan”, yang dicanangkan oleh Bupati. Terutama, misi untuk mengembangkan kemandirian ekonomi lokal, penanggulangan kemiskinan, dan pemerataan pembangunan menjadi sangat relevan dalam konteks revitalisasi pasar ini.

Pasar Rakyat, Denyut Jantung Ekonomi Lokal

Pasar tradisional seperti Ciawitali bukan hanya tempat jual-beli, melainkan juga ruang silaturahmi ekonomi, tempat bertemunya pelaku usaha kecil, petani, pedagang, dan masyarakat umum. Ketika drainase rusak, jalan becek, dan akses terganggu, yang terganggu bukan hanya aktivitas ekonomi, tetapi juga martabat usaha kecil dan semangat tumbuh masyarakat.

Revitalisasi ini menjadi momentum penting untuk menata ulang tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara manajerial dan sosial. Kita butuh pasar yang bersih, tertib, inklusif, dan menjadi ruang tumbuhnya pelaku usaha yang berdaya.

Dari Revitalisasi Fisik ke Kebangkitan Sosial-Ekonomi

Dalam semangat “Garut Hebat” revitalisasi pasar ini harus mencerminkan partisipasi kolektif: pemerintah hadir, pedagang hadirnya dukungan masyarakat.

Beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam revitalisasi ini:

1. Relokasi pedagang secara baik dan tertib dengan pendekatan komunikasi yang baik, mempertimbangkan keberlanjutan usaha tetap terjaga selama masa pembangunan.

2. Pelatihan dan pendampingan usaha kecil dan pedagang sebagai langkah mewujudkan misi Bupati dalam menciptakan SDM yang berdaya saing.

3. Penerapan tata kelola pasar yang bersih, tertib, nyaman, adil sebagai bagian dari reformasi pelayanan publik yang lebih inklusif dan transparan.

4. Integrasi pasar dengan ekonomi digital, agar pelaku usaha kecil siap menghadapi era transformasi tanpa harus kehilangan jati diri lokal.

Pasar Ciawitali sebagai Model “Garut Hebat”

Revitalisasi ini hendaknya tidak berhenti sebagai proyek pembangunan, tapi menjadi model replikasi bagi pasar-pasar rakyat lain di Garut. Dengan menata pasar, kita sejatinya menata ulang fondasi ekonomi daerah. Pasar yang hidup adalah pasar yang berkontribusi langsung terhadap pengurangan kemiskinan, peningkatan pendapatan warga, dan penguatan ekonomi desa-kota secara berimbang sebagaimana ditekankan dalam misi pembangunan Garut ke depan.

Melalui semangat “Garut Hebat dan Berkelanjutan”, mari kita jadikan pasar ini bukan hanya sebagai tempat belanja, tapi sebagai lambang peradaban ekonomi yang lebih manusiawi, berkeadilan, dan berkemajuan.

Pasar yang maju adalah cermin kabupaten yang berdaya. Ketika ekonomi rakyat tumbuh, maka masa depan Garut akan berdiri lebih kokoh di atas kaki sendiri.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *