Komisi II DPRD Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan berkelanjutan yang menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. Dalam sebuah dialog interaktif, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cimahi, Yevi Abdullah, SE, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi di berbagai sektor, mulai dari pasar tradisional hingga pajak daerah.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pembangunan di Kota Cimahi tidak hanya bersifat serampangan atau jangka pendek, melainkan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Yevi menyatakan,”Pembangunan berkelanjutan di sini artinya bagaimana pembangunan tersebut tidak berhenti sesaat, terus berkesinambungan, dan masyarakat bisa merasakan perubahan dari waktu ke waktu”.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Komisi II mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih kreatif dalam menjemput program-program dari kementerian. Sektor UMKM dan ekonomi kreatif menjadi pilar penting yang terus diperkuat melalui pelatihan digitalisasi dan kemudahan legalitas usaha. Selain itu, masalah lingkungan seperti pengelolaan sampah yang mencapai 230 ton per hari dan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi agenda mendesak yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Yevi menekankan pentingnya efisiensi dan kreativitas OPD dengan menyebutkan, “Kami berpikir keras bagaimana dengan keterbatasan anggaran ini kita tetap melakukan pembangunan berkelanjutan, salah satunya dengan mendorong OPD bekerja sama dengan kementerian untuk mendapatkan bantuan program”.
Sebagai penutup, DPRD Kota Cimahi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan dan memajukan kota.
Dengan luas wilayah yang terbatas, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dianggap sebagai kunci utama masa depan Cimahi. Diperlukan sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi warga agar program seperti pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dapat berjalan maksimal. “Pembangunan berkelanjutan adalah PR kita bersama.
Tidak cukup hanya dari legislatif atau eksekutif, semua stakeholder di Kota Cimahi harus punya pemikiran yang sama untuk memajukan kota yang lebih ramah lingkungan”, pungkas Yevi.

