Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi, Muhammad Novit, ST, menegaskan pentingnya arah pembangunan yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat di tengah tantangan efisiensi anggaran pusat. Dalam sebuah dialog interaktif, beliau mengungkapkan bahwa Kota Cimahi saat ini harus menghadapi pemotongan anggaran sekitar Rp239 miliar, sehingga pemerintah kota dituntut untuk lebih selektif dalam menentukan proyek fisik.
Fokus utama dewan saat ini adalah memastikan alokasi dana terserap pada sektor-sektor krusial seperti perbaikan jalan lingkungan, drainase, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup warga secara merata.
Salah satu poin penting yang disoroti adalah penanganan masalah sampah dan banjir yang masih menjadi keluhan utama masyarakat. Novit mendorong Pemerintah Kota Cimahi untuk beralih ke pengelolaan sampah berbasis teknologi, seperti pengolahan plastik menjadi bahan bakar, agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA Sarimukti.
Terkait banjir, beliau mengidentifikasi sedimentasi saluran dan posisi geografis Cimahi sebagai area limpasan air sebagai penyebab utama, sehingga diperlukan normalisasi drainase yang intensif serta kerja sama lintas wilayah Bandung Raya untuk menuntaskan masalah ini dari hulu ke hilir.
Selain infrastruktur besar, DPRD juga berkomitmen untuk terus menyerap aspirasi warga melalui forum-forum masyarakat dan kegiatan reses. Menanggapi keluhan terkait aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan penataan PKL di trotoar, Novit menyatakan bahwa penegakan aturan tata ruang harus berjalan beriringan dengan solusi ekonomi bagi warga.
Beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan, karena kemajuan Kota Cimahi membutuhkan sinergi yang kuat antara eksekutif, legislatif, dan seluruh stakeholder.

