Garut, 28 November 2025 – Sebuah kajian terbaru mengungkapkan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, memicu lonjakan harga dan potensi kelangkaan sejumlah komoditas pangan utama, terutama telur dan daging ayam. Temuan ini menekankan pentingnya evaluasi serta penyesuaian strategi program untuk meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Kajian yang dilakukan oleh tim independen dari Pusat Kajian dan Advokasi Ekonomi Merah Putih menunjukkan bahwa sejak program MBG dimulai pada pertengahan Januari 2025, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Garut mengalami kenaikan signifikan. Harga telur ayam naik 13,3%, daging ayam ras meningkat 13,2%, minyak goreng kemasan naik 8,3%, dan beras medium naik 4,0%.
“Lonjakan permintaan yang terjadi secara tiba-tiba akibat program MBG, ditambah spekulasi pasar dan ketergantungan pada pasokan luar daerah, menjadi faktor utama kenaikan harga,” ujar Risman Nuryadi, salah satu peneliti.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah yang mengalami penurunan daya beli dan terpaksa melakukan substitusi bahan makanan. Pelaku UMKM kuliner pun terdampak akibat meningkatnya biaya operasional dan menurunnya margin keuntungan.
Kajian tersebut merekomendasikan beberapa langkah mitigasi yang perlu segera dilakukan pemerintah daerah, antara lain:
1. Evaluasi dan Penyesuaian Skala Program – Meninjau kembali skala Program MBG agar sesuai dengan kapasitas produksi serta pasokan pangan lokal.
2. Penguatan Rantai Pasokan Lokal – Memberikan dukungan kepada peternak dan petani lokal untuk meningkatkan produksi serta memfasilitasi kerja sama dengan penyelenggara program MBG.
3. Pengendalian Harga dan Distribusi – Memperketat pemantauan harga dan distribusi komoditas, serta menindak tegas praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.
4. Diversifikasi Menu MBG – Mengembangkan menu yang lebih beragam dengan memanfaatkan sumber protein alternatif yang lebih terjangkau dan tersedia di daerah.
5. Komunikasi Publik yang Efektif – Menyampaikan informasi yang transparan kepada masyarakat mengenai pelaksanaan program, dampaknya, serta upaya mitigasi pemerintah.
“Program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak. Namun, implementasinya perlu dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan perekonomian lokal,” tegas Risman.
Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut untuk memastikan Program MBG berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh warga Kabupaten Garut.” (Yusup)

