Berita  

Ajang FTBI 2025 Tingkat Kabupaten Bandung. Agus Derdjat: FTBI Sebagai Revitalisasi Bahasa Daerah

KAB BANDUNG FTBI (Festival Tunas Bahasa Ibu) sebagai ajang revitalisasi dan pelestarian bahasa serta sastra daerah di kalangan generasi muda, dengan menjadikan mereka sebagai penutur aktif bahasa daerah dan membangun kecintaan serta kebanggaan terhadap kekayaan budaya bangsa melalui kegiatan yang menyenangkan. Disdik Kabupaten Bandung menyelenggarakan perlombaan FTBI tingkat kabupaten pada Kamis (28/8/2025) di SDN Soreang 01.

Membuka kegiatan oleh Agus Deradjat, M.Pd Kabid Pendidikan non formal Disdik Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa FTBI sebagai upaya revitalisasi bahasa daerah muatan lokal yang merupakan program bupati bandung Dadang Supriatna.

“Tujuan FTBI ini sebagai revitalisasi budaya daerah yang merupakan tanggung jawab juga oleh pemerintah daerah. Hal ini tercabtung dalam UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah tidak secara khusus membahas revitalisasi bahasa daerah, tetapi mendelegasikan tugas pembinaan dan pelestarian bahasa daerah kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui penetapan muatan lokal di satuan pendidikan. Saya ucapkan selamat bertanding dan semiga para juara nanti bisa ke tingkat provinsi membawa nama kabupaten bandu g sampai nasional”, kata Agus Deradjat dalam pembukaan kegiatan.

Revitalisasi bahasa daerah sendiri adalah upaya pelestarian dan pengembangan bahasa melalui pewarisan kepada generasi muda dan mendorong penggunaannya dalam berbagai komunikasi, seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah dan program-program yang dijalankan oleh pemerintah.

” Kegiatan ini diikuti oleh 31 kecamatan dengan mempertabdingkan 7 mata lomba dan hasilnya nanti akan dipertabdibgkan ke tingkat propinsi dan nasional. Peserta yang terdaftar ada 400 siswa lebih dari 31 kecamatan dan akan berlangsung dalam satu hari” ujar Hildawati pelaksana kegiatan dari KKG Sunda.

FTBI mempertandingkan 7 mata lomba diantaranya ngadongeng, biantara, maca sajak, carpon, ngabodor sorangan, nulis aksara sunda dan pupuh.

 

Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *