Berita  

BGN Lakukan Pengawasan dan Monitoring Program Makan Bergizi Gratis”

Garut, – Dalam rangka meningkatkan kualitas program makan bergizi gratis, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pengawasan dan monitoring di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Acara tersebut berlangsung di Hotel Mercure, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.pada Rabu 27 Agustus 2025

Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana,usai menghadiri acara tersebut sebagai tamu undangan, menceritakan bahwa BGN melakukan pengawasan dan monitoring untuk memastikan program makan bergizi gratis berjalan dengan baik. “Alhamdulillah, kita sudah mengetahui pengetahuan yang cukup luas terkait dengan bagaimana kontak BGN ini. Dari 299 target di Garut, baru 51 yang aktif, tetapi sudah ada 99 yang sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Nurdin Yana menambahkan bahwa BGN menyarankan agar pemerintah daerah mempercepat proses verifikasi dan pelaksanaan program makan bergizi gratis. “Kita targetkan 299 dapur sehat, dan ini bisa memberikan dampak besar pada masyarakat. Jadi, kita harus pastikan program ini berjalan dengan baik,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Dila Nurul Fadilah, juga menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis harus didorong untuk berjalan dengan baik. “Saya diberikan tuntutan perintah dari atas ke bawah untuk mendorong progres terkait makan bergizi gratis. Kita harus pastikan program ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak kurang mampu,” ungkapnya.

Dila menambahkan bahwa program makan bergizi gratis dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat. “Harapan saya, makan bergizi ini bisa terus berlanjut karena ini memenuhi gizi buat anak-anak, khususnya untuk anak-anak kurang mampu. Mudah-mudahan dengan adanya makan bergizi, anak-anak kita bisa menjadi cerdas dan memenuhi pendidikan kedepannya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sudah ada beberapa persiapan yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis. “Sudah ada 84 yang persiapan, dan 215 yang masih dalam proses. Nanti akan dicek kembali, dan jika belum berproses, akan diganti dengan yang lain yang lebih siap,” katanya.(Asep Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *